Awal mula sejarah terciptanya bola basket di Indonesia tak lepas dari para penyebaran olahraga ini sendiri. Basket berasal dari Amerika Serikat, kemudian menyebar hingga ke Asia Timur pada waktu itu kondisi geopolitik yang sedang terjadi.
Negara Tiongkok yang menjadi salah satu sasaran perkembangan olahraga ini. Kemudian Tiongkok mulai memperkenalkan kepada negara-negara tetangga. Pada saat yang bersamaan juga, Jepang dan Filipina sudah mencobai olahraga bola basket ini sekitar tahun 1900.
Kemudian pada tahun 1920, para perantau Tiongkok datang ke Indonesia dengan membawa komunitas-komunitas pencinta bola basket. Para perantau itu masuk ke Indonesia lalu mendirikan sebuah sekolah dibawah komunitasnya, sehingga basket cepat berkembang di sekolah-sekolah Tionghoa.
Pada waktu itu, setiap murid dari pendidikan dasar, menengah hingga tinggi wajib mengikuti kegiatan olahraga basket. Makanya tak heran, jika setiap sekolah pasti ada lapangan bola basket. Dan rata-rata pebasket-pebasket yang handal dan menonjol penampilannya berasal dari kalangan ini.
Sekitar tahun 1930, para pebasket-pebasket di Indonesia mulai berkumpul hingga membentuk sebuah komunitas. Dari Kota Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta dan juga Medan menjadi pusat berdirinya komunitas pencinta bola basket ini.
Seperti contoh, di Semarang tahun 1930 ada komunitas perkumpulan bola basket yang sudah berdiri yang bernama Chinese English School, Tionghwa Hwee, Fe Leon Ti Yu Hui, dan Pheng Yu Hui (Sahabat). Sahabat merupakan klub yang didirikan oleh Sony Hendrawan (Liem Tjien Sion) yang juga merupakan salah satu legenda basket Indonesia.
Setelah selesai Proklamasi Indonesia yang dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 1945, olahraga yang satu ini sudah dikenal oleh masyarakat luas dan menjadi basis perjuangan seperti di Solo dan Yogyakarta.
Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-I tahun 1948 digelar di Solo, inilah kali pertama olahraga bola basket dimainkan pada level nasional. Sehingga masyarakat Indonesia benar-benar melihat dan mengetahuinya.
Pada PON ke-I, masih sangat terbatas untuk peserta putranya. Namun harus diacungin jempol, untuk strategi permainannya, kemampuan dari setiap tim yang dari jumlah pesertanya rata-rata berasal dari keturunan Tionghoa.
Kemudian pada tahun 1951, seorang tokoh olahraga nasional meminta kepada Wim Latumenten dan Tony Wen agar segera dibentuk komunitas khusus pencinta bola basket khususnya di Indonesia. Saat itu Maladi menjabat sebagai sekretaris Komite Olimpiade Indonesia (KOI).
Tahun itu juga digelarlah acara PON II, yang bisa dimainkan oleh putra dan putri. Pada waktu itu tim-tim dari Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatera Utara yang merupakan senior dalam ajang PON tersebut.
Tepat pada tanggal 23 Oktober 1951 dibentuklah organisasi yang bernama “Persatuan Basketball Seluruh Indonesia” atau yang bisa disingkat dengan Perbasi. Pengurus Perbasi pertama waktu itu ialah Tony Wen yang menjabat sebagi ketua dan sekretaristanya yakni Wim Latumenten.
Pada tahun 1955, diadakan penyempurnaan nama organisasi Perbasi sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Jadi nama itu berubah menjadi “Persatuan Bola Basket seluruh Indonesia” dengan singkatan yang sama yakni Perbasi.
Ternyata tidak sampai disitu, tantangan pertama yang dihadapi pertama kali adalah pada waktu itu para perantau Tionghoa yang enggan bersedia untuk bergabung dalam organisasi Perbasi. Sehingga perkembangan baslet di Indonesia tidak bisa berkembang begitu pesat.
Para keturunan Tionghoa tersebut tidak mau bergabung ke Perbasi dikarenakan mereka sudah memiliki komunitas tersendiri yang sudah ada sebelum Perbasi dibentuk.
Untuk memecahkan masalah tersebut, maka tahun 1955 Perbasi menyelenggarakan Konferensi Bola Basket yang bertempat di Bandung. Konferensi ini dihadiri oleh para perwakilan dari Jakarta, Bandung, Semarang dan Yogyakarta.
Inti dari hasil keputusan Konferensi tersebut ialah Perbasi merupakan satu-satunya organisasi resmi asal Indonesia yang berdiri di Indonesia tanpa adanya campur tangan dari pihak asing. Sehingga pada waktu itu komunitas para perantau Tionghoa sudah tak diakui lagi lagi.
Hingga pada tahun 1953, Perbasi sah menjadi anggota FIBA yang merupakan Induk Olahraga Bola Basket Dunia. Selang setahun kemudian, tahun 1954 sejarah pertama kalinya untuk Indonesia ikut dalam ajang Asian Games yang dilaksanakan di Manila.
Teori Aneh yang Ternyata Ampuh di Slot Bermain slot online telah menjadi salah satu aktivitas…
Cara Maksimalkan Fitur Bonus di Slot Pulsa Agar Menang Lebih Banyak Slot pulsa telah menjadi…
Dalam era digital yang serba canggih saat ini, permainan slot online semakin diminati oleh banyak…
Zeus Slot: Cara Menyesuaikan Pola Spin dengan Modal Kecil! Zeus, sang dewa petir, kini hadir…
Banyak Cuan! Keuntungan Bermain Slot Bet 100 di Mauslot Di era digital ini, bermain slot…
Industri perjudian online, khususnya permainan slot, terus berkembang pesat dari tahun ke tahun. Di tahun…