Kategori: Sejarah Olahraga

Inilah 8 Perbedaan Olahraga Bulu Tangkis dan Tenis

Inilah 8 Perbedaan Olahraga Bulu Tangkis dan Tenis Lapangan

Siapa di sini yang menyukai olahraga bulu tangkis atau tenis lapangan? Atau malah menyukai keduanya? Kedua olahraga tersebut terlihat mirip. Karena sama-sama menggunakan raket untuk memukul dan jaring sebagai net untuk membatasi kedua pemain.

Olahraga bulu tangkis dan tenis lapangan dalam permainannya sama-sama menggunakan raket untuk memukul bola dan shuttlecock. Tenis merupakan permainan yang bisa dilakukan dengan memukul bola menggunakan raket dan harus melewati net atau jaring sebagai batas antar dua buah pemain.

Sedangkan badminton atau bulu tangkis dimainkan dengan menggunakan raket untuk memukul shuttlecock atau biasa disebut kok yang harus melewati net atau jaring yang fungsinya sama seperti tenis yakni membatasi anta kedua pemain.

Jika dilihat dari pengertian di atas, perbedaaan keduanya hanya terletak pada benda yang dipukul. Bulu tangkis menggunakan kok sedangkan tenis lapangan menggunakan bola yang berukuran kecil.

Namun, apakah kalian tahu sebenarnya tenis lapangan dengan bulu tangkis mempunyai perbedaan yang sangat signifikan. Untuk mengetahui perbedaannya, simak penjelasannya berikut ini.

Lapangan

1. Untuk ukuran lapangan pada tenis lapangan adalah panjang lapangan sekitar 78 kaki atau 23 meter sedangkan untuk ukuran lapangan bulu tangkis adalah panjang lapangan sekitar 44 kaki atau 13 meter.

2. Lebar lapangan untuk tenis lapangan sekitar 36 kai atau 10 meter dan lebar lapangan untuk bulu tangkis sekitar 20 kaki atau 6 meter.

3. Tinggi jaring untuk tenis lapangan adalah 36 inci dari atas permukaan lapangan serta 42 inci dari tiang jaring. Tinggi keduanya berkisar 1 meter sedangkan tinggi jaring untuk bulu tangkis adalah 60 inci dari atas permukaan lapangan serta 42 inci dari tiang jaring. Tinggi keduanya berkisar 1,5 meter.

Peralatan yang Dipakai Tenis Lapangan dan Bulu Tangkis

Peralatan yang Dipakai Tenis Lapangan dan Bulu Tangkis 

4. Untuk peralatan yang di pakai tenis lapangan ialah raket. Kepala raket lebih besar dan lebih berat. Bagian jaringnya lebih besar dibanding bulu tangkis. Sedangkan untuk raket bulu tangkis, kepala raket serta bagian pegangannya lebih kecil dibandingkan raket tenis.

5. Berat raket untuk tenis lapangan sekitar 9 ons atau sekitar 255 gram hingga 13 ons atau sekitar 368 gram. Sedangkan berat raket bulu tangkis kurang dari 100 gram atau hanya sekitar 3,5 ons.

6. Bola tenis biasanya dilapisi dengan kain flanel sedangkan bulu tangkis menggunakan kok atau shuttlecock yang berbentuk mengkerucut dengan bagian ujungnya terbuka.

Format pertandingan

7. Untuk tenis lapangan membutuhkan poin terbaik dari tiga set atau babak untuk menentukan pemenangnya sedangkan untuk bulu tangkis pemenang dalam pertandingan bulu tangkis juga ditentukan dari tiga tiga set atau babak terbaik.

Format penilaian

8. Untuk tenis lapangan, Penilaian dimulai dari love atau zero point, 15, 30, 40 dan deuce sedangkan untuk bulu tangkis menggunakan single point yang bisa mencapai angka 21.

Baca artikel lainnya: Olahraga yang Paling Digemari Oleh Pria

Inilah 5 Perbedaan Antara Olahraga Bola Voli Lapangan dengan Bola Voli Pantai

Inilah 5 Perbedaan Antara Olahraga Bola Voli Lapangan dengan Bola Voli Pantai

Di artikel sebelumnya, kita pernah membahas tentang Sejarah Menarik Olahraga Bola Voli. Namun tahukah kalian bahwa ternyata olahraga ini memiliki dua jenis yakni olahraga voli lapangan dan voli pantai.

Kedua ini termasuk kedalam jenis olahraga bola voli, namun ada perbedaannya juga lho. Apa saja perbedaannya, simak penjelasanya berikut hanya di sini.

Tempat Bermain

Dari namanya juga sudah pasti dapat ditebak, bahwa kedua voli ini mempunya tempat bermain yang berbeda. Voli lapangan biasanya dimainkan di lapangan terbuka atau tertutup, yang penting lantai lapangan itu keras sehingga kuat jika diinjak untuk pemainnya. Sedangkan voli pantai biasa dimainkan di atas pasir di pantai, sesuai dengan namanya. Untuk ukuran bermainnya, biasanya voli lapangan lebih besar ukurannya jika dibandingkan dengan voli pantai.

Jumlah Pemain

Untuk jumlah pemainnya, voli lapangan berjumlah sepuluh orang yang terdiri dari enam orang pemain inti dan empat orang sebagai pemain cadangan. Sedangkan untuk pemain bola voli pantai total hany aberjumlah dua orang tanpa adanya pemain cadangan.

Bola dan Net

Kedua permainan bola voli ini sama menggunakan bola dan net, namun yang membedakan adalah jenis dan ukuran bola dan netnya. Untuk ukuran bola voli pantai biasanya berukuran lebih besar dari pada voli lapangan dan lebih lunak juga dari pada bola voli lapangan. Untuk warna yang digunakan, biasanya bola voli pantai lebih lebih cerah contohnya berwarna kuning, oren, putih, dan merah muda (pink). Sedangkan untuk net bola voli pantai lebih kecil ukurannya jika dibandingkan dengan net bola voli lapangan dikarenakan ukuran lapangannya juga kecil sehingga menyesesuaikan bentuk net nya.

Servis Bola dalam Permainan Voli Lapangan dan Voli Pantai

Servis Bola dalam Permainan Voli Lapangan dan Voli Pantai

Ketika melakukan servis bola, kedua voli ini sama-sama melakukannya secara bergantian. Namun untuk pemain bola voli lapangan harus memerlukan putaran yang searah dengan jarum jam. Sedangkan untuk bola voli pantai tidak memerlukan putaran pemain dikarenakan hanya ada dua pemain saja.

Selain itu juga, pemain bola voli lapamngan memiliki tempat dan tugasnya masing-masing. Lain halnya dengan pemain bola voli pantai yang boleh berdiri dan bermain dimana saja selama berada di dalam lapangan.

Dimainkan dalam Tiga Set

Kedua voli ini baik voli lapangan maupun voli pantai, sama-sama dimainkan dalam tiga set. Bedanya ialah, setiap set dalam voli lapangan berlangsung hingga 21 poin. Sedangkan dua set pertama dalam voli pantai berlangsug sampai 25 poin dan set ketingga hanya sampai dengan 15 poin.

Baca juga: Sejarah Menarik Olahraga Basket yang Jarang Diketahui 

Sejarah Menarik Olahraga Basket yang Jarang Diketahui

Sejarah Menarik Olahraga Basket yang Jarang Diketahui

Sama halnya dengan olahraga bola voli, olahrraga bola basket adalah olahraga yang dilakukan secara berkelompok dan dimainkan oleh dua tim yang berlawanan. Setiap tim akan berisikan hingga lima orang. Kedua tim tersebut akan bertanding untuk memperebutkan juara dengan mencetak poin sebanyak-banyaknya. Setiap memasukkan bola ke dalam keranjang lawan akan mendapatkan satu poin hingga sebanyak-banyaknya.

Olahraga ini merupakan olahraga yang paling populer di Amerika Serikat dan juga penduduk di belahan bumi lainnya, seperti negara-negara di benua Eropa, Afrika hingga Indonesia.

Kompetisi-kompetisi bola basket digelar setiap tahunnya seperti British Basketball League (BBL) di Inggris, National Basketball Association (NBA) di Amerika, hingga Indonesia Basketball League (IBL).

Untuk permainan olahraga ini sendiri bisa dilakukan di lapangan terbuka (outdoor) maupun lapangan tertutup (indoor). Untuk standar internasionalnya sendiri, sebenarnya waktu unutuk permainan bola basket terdiri atas 4 babak yang masing-masing babaknya berdurasi 10 menit dengan jeda waktu istirahat selama 10 menit. Lain halnya untuk ajang NBA yang menggunakan format durasi 12 menit per babaknya.

Pada awalnya permainan bola basket ini diciptakan oleh seorang guru olahraga yang bernama James Naismith sekitar tahun 1891. Waktu itu ia membuat permainan ini di lapangan tertutup agar bisa dimainkan oleh murid-muridnya terutama pada saat musim dingin.

Namun seiring dengan perkembangan zaman, olahraga bola basket yang diciptakan awalnya oleh James berbeda dengan yang kita kenal sekarang. James hanya membuat aturan-aturan dasar agar bisa diterima oleh banyak ornag.

Beberapa contoh aturan yang ditetapkan oleh James pada mulanya ialah setiap tim beranggotakan 9 orang dan tidak adanya teknik dribble. Jadi, saat itu menggiring hanya dilakukan dengan cara melempar bola.

Namun seiring dengan perkembangan waktu, permainan ini banyak perubahan dan mulai banyak perkembangan hingga namanya yang kita kenal saat ini yakni basketball atau bola basket. Permainan ini terus menyebar dari Amerika hingga ke penjuru dunia dan akan terus berkembang pesat sampai hari ini.

Di benua Asia sendiri, negara yang pertama kali mulai mengenal olahraga ini ialah China. Kemudian disusul oleh Jepang dan Filipina. Sekitar tahun 1920-an, perantau dari negera China datang ke Indonesia dan secara tak langsung turut memperkenalkan olahraga basket ini.

Hingga pada tahun 1930, mulai muncul komunitas-komunitas untuk bermain basket di berbagai kota yang ada di Indonesia. Kota-kota itu antara lain Jakarta, Medan, Bandung, Yogyakarta, hingga Surabaya. Kemudian basket terus mengalami perkembangan yang sangat pesat setelah Indonesia, negara kita tercinta ini merdeka pada tahun 1945.

Peraturan dalam Permainan Bola Basket

Peraturan dalam Permainan Bola Basket

Baca artikel lainnya: Mengenal Sejarah Olahraga Renang di Dunia dan Indonesia

Berikut merupakan peraturan-peraturan dasar dalam bermain bola basket, diantaranya:

  1. Pemain basket dapat melemparkan bola basket ke segala arah, bisa menggunakan satu atau kedua tangan.
  2. Pemain dilarang membawa bola sambil berlari, bola harus dilemparkan dimana pemain menerima bola tersebut.
  3. Dalam permainan, bola harus selalu dipegang baik di dalam atau di antaa telapak tangan.
  4. Pemain tidak boleh mencegat lawan pemainnya dengan cara apapun, jika ketahuan mencegat akan diberikan sanksi yang berat sesuai peraturan.
  5. Jika seorang pemain melakukan kesalahan 3 kali berturut-turut, maka tim lawan akan mendapatkan poin dari kesalahan pemain tersebut.
  6. Jika bola yang dilemparkan masuk ke dalam keranjang, maka akan diperhitungkan sebagai poin.
  7. Jika bola terlempar dari area permainan, maka seorang pemain yang pertama menyentuhnya yang berhak untuk memainkannya.
  8. Waktu standar internasional dalam bermain bola basket ialah 4 babak, yang masing-masing babaknya berdurasi 10 menit.
  9. Tim yang dinyatakan sebagai pemenang ialah tim yang berhasil memasukkan bola ke dalam keranjang dengan jumlah poin terbanyak diantara kedua tim tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mengenal Sejarah Olahraga Renang di Dunia dan Indonesia

Mengenal Sejarah Olahraga Renang di Dunia dan Indonesia

Renang merupakan salah satu cabang olahraga dengan media air yang menggunakan kecepatan kaki dan tangan. Maka dari itu, renang juga dikategorikan sebagai olahraga akuatik.

Olahraga renang ini juga diminati oleh banyak kalangan mulai dari anak-anak, remaja, anak muda, hingga orang dewasa. Dengan rutin berolahraga ini, sistem pernapasan menjadi lebih terlatih, memperlancar pembuluh darah, dan meperlancar alirah darah ke jantung dan paru-paru.

Biasanya olahraga renang dilakukan untuk format kompetisi dan untuk refreshing atau hiburan semata. Hasil riset yang dilakukan oleh MinLab Internasional mengatakan bahwa renang yang dilakukan secara rutin bisa membuat pikiran menjadi lebih positif, meningkatkan kualitas tidur yang lebih baik, dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Sebenarnya kegiatan renang sendiri sudah ada sejak sebelum manusia mengenal tulisan. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, simak penjelasan berikut ini Mengenal Sejarah Renang dan Perkembangannya di Indonesia.

Pada tahun 1875, Mattew Web memperkenalkan renang untuk pertama kalinya. Ia adalah orangyang pertama yang berhasil melintasi Teluk Inggris dengan cara berenang selama hampir 21 jam lamanya.

Hingga pada abad ke-19, renang resmi menjadi salah satu cabang olahraga di Londong, Inggris. Pada mulanya, olahraga renang tidak banyak disukai oleh banyak orang. Namun seiring berjalan nya waktu, olahraga ini berubah drastis menjadi olahraga yang sangat populer bahkan memiliki komunitas dan asosiasinya sendiri.

Olahraga air ini makin lama makin dikenal di berbagai belahan dunia. Hingga pada ajang Olimpiade yang dilaksanakan di Athena, Yunani, renang resmi masuk ke dalam salah satu cabang olahraga (cabor)yang dipertandingkannya.

Di Indonesia sendiri, olahraga renang diprakarsai oleh himpunan Bandungsche Zwembond atau Perserikatan Renang Bandung pada tahun 1917. Himpunan ini yang melahirkan sejarah olahraga renang di Indonesia. Adapaun himpunan lain yang setara dengan Perserikatan Renang Bandung seperti West Java Zwembond pada tahun 1918 terbentuk di Jawa Barat, dan Oost Java Zwembond pada tahun 1927 di Jawa Timur.

Kemudian setelah itu, Poerwo Soedarmo pada tanggal 21 Maret 1951 mendirikan sebuah organisasi tingkat nasional yang bernama Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) yang tujuan awalnya adalah menaungi himpunan-himpunan atau organisasi-organisasi yang ada di bawahnya dan juga para atlet.

Sampai saat ini terbentuknya PRSI mempunyai peran yang sangat penting dalam olahraga akuatik ini diantaranya adalah melakukan pembinaan dan pelatihan bagi para atlet renang di tingkat nasional maupun regional, menyediakan pelatihan-pelatihan untuk para juri dan wasit dalam olahraga renang dalam hal meningkatkan kualitas di suatu kompetisi renang.

Perkembangan Olahraga Renang di Tanah Air

Perkembangan Olahraga Renang di Tanah Air

Dalam sejarahnya, renang di Indonesia dimulai sejak masa Kerajaan Majapahit. Sama halnya seperti zaman prasejarah dunia, orang-orang yang saat itu berenang tujuannya hanya untuk menangkap ikan, melakukan pembajakkan pada kapal-kapal musuh, hingga untuk berperang pada waktu itu.

Bukti kegiatan berenang pada waktu itu ditandai dengan adanya penemuan relief yang terdapat pada candi. Namun ada pula yang peninggalan kerajaan-kerajaan di Indonesia yakni berupa kolam-kolam air untuk berenang seperti yang terdapat pada situs Taman Sari di Provinsi Yogyakarta.

Selain itu, pembangunan kolam renag pertama kali di Indonesia dilakukan di Cihampelas, Kota Bandung sekitar tahun 1904. Kemudian menyusul pembanguna kolam renang yang dikhususkan untuk orang berkulit putih yang terdapat di daerah Surabaya, Brantas dan Cikini.

Adapun pada masa penjajahan Belanda, kolam rennag juga didirkan oleh para kompeni pada tahun 1917 di Bandung yang bernama Perserikatan Renang Bandung (Bandungse Zwembond) dan pada tahun 1927 dibentuk juga organisasi di daerah Jawa Barat bernama Perserikatan Berenang Jawa Barat.

Pada tahun 1948 tepatnya di Surakarta diselenggarakannya untuk pertama kali ajang Piala Olahraga Nasional (PON) sebagai event yang berskala nasional. Untuk gaya pada perlombaan renang di ajang PON tersebut hanya ada gaya bebas, gaya pungung, dan gaya dada.

Baca juga: Sejarah Menarik Olahraga Bola Voli yang Jarang Diketahui

Sejarah Menarik Olahraga Bola Voli yang Jarang Diketahui

Sejarah Menarik Olahraga Bola Voli yang Jarang Diketahui

Tahukah kamu? Bola Voli pertama kali diciptakan oleh seseorang berkebangsaaan Amerika Serikat. Ia merupakan seorang instruktur pendidikan jasmani (Director of Physycal Education) bernama William G. Morgan pada tanggal 9 Februari 1895. Awal mulanya olahraga ini bernama Mintonette yang diajarkan oleh Morgan pada suatu organisasi yaitu Young Men’s Christian Association (YMCA).

Pada awalnya Morgan bertemu dengan seseorang penemu olahraga Bola Basket yang bernama James Naismith, karena terinspirasi dengan James Naismmith akhirnya Morgan menciptakan olahraga sendiri yang baru bernama Mintonette (bola Voli). Ia meciptakan bola Voli selang 4 tahun setelah bola Basket ditemukan.

Di Indonesia sendiri, permainan Bola Voli masuk pada zaman penjaajahan Belanda sekitar tahun 1928. Namun sayangnya, permainan olahraga ini hanya boleh dinikmati oleh orang-orang keturunan bangsawan dan orang-orang berdarah Belanda. Untuk mengembangkan olahraga ini sendiri di Indonesia, pada waktu itu guru-guru Pendidikan Jasmani yang berasal dari Belanda.

Selain dari Pendidikan Jasmani, Bola Voli juga berkembang karena para anggota tentara yang pada masa itu memainkan Bola Voli di lapangan terbuka dan juga asrama tempat mereka tinggal. Mereka pun sering mengadakan pertandingan antar regu di asrama tersebut.

Baca juga: Inilah 5 Jenis Olahraga Beladiri yang Sangat Cocok Untuk Kaum Hawa

Waktu terus berlalu, perkembangan Bola Voli di Indonesia berkembang sangat pesat. Banyak munculnya klub-klub Bola Voli di kota-kota besar di seluruh wilayah Indonesia. Hingga melahirkanlah suatu organisasi yang kita kenal sekarang yaitu Persatuan Bola Boli Seluruh Indonesia (PBVSI) yang berdiri pada tanggal 22 Januari 1955 dan pada saat yang bersamaan pula digelarlah pertandingan Bola Voli untuk pertama kalinya di Indonesia.

Fakta-Fakta Bola Voli yang Jarang Diketahui

Fakta-Fakta Bola Voli yang Jarang Diketahui

1. Awalnya sulit, namun jika terus dilatih akan terasa mudah

Membutuhkan disiplin yang tinggi dalam hal waktu dan latihan agar bisa memainkan olahraga bola voli. Bagi kalian yang pertama kali bermain bola voli, biasanya tangan mudah lelah dan terasa sangat sakit. Maka dari itu, tidak hanya teori belaka yang harus dipelajarinya. Namun juga harus rutin berlatih dengan kerja keras dan berusaha semaksimal mungkin.

2. Main voli tidak terfokus hanya satu posisi

Lain halnya dengan sepak bola, bola voli tidak berfokus hanya ke satu posisi saja. Misalnya penjaga gawang, penyerang atau bek. Setiap pemain voli harus bisa memerankan berbagai peran baik itu di depan net atau di posisi belakang. Perlu kalian ketahui, dalam olahraga voli terdapat tiga peran yaitu yang pertama sebagai pengumpansekaligus pengatur serangan.

Kedua berperan sebagai spiker yang mempunyai tugas untuk menyemash bola. Kemudian peran yang ketiga yaitu libero berperan sebagai menerima dan menahan serangan-serangan dari lawan mainnya. Sifat dari permainan olahraga voli yaitu roling, artinya setiap pemain diwajibkan siap di posisi manapun baik di depan maupun di belakang.

3. Pada zaman dahulu, kerasnya bola voli sama halnya seperti bola basket

Bola Voli yang sekarang digunakan sudah berbeda dari yang lalu. Pada zaman dahulu, Bola Voli yang digunakan untuk bermain adalah bagian dalam dari Bola Basket. Menurut sejarah, pada tahun 1895 sang penemu Bola Voli mengggunakan bagian dari dalam Bola Basket sebagai bolanya agar bisa dimainkan dengan orang-orang yang umurnya lebih tua. Bola tersebut telah dirancang sedemikian rupa sampai pada akhirnya ada bola khusus yang diproduksi dengan merk Spalding.

Kemudian dirancang menurut olahraga lain yang berasal dari Jerman bernama Faustball. Hingga pada akhirnya berganti nama menjadi Volley Ball atau Bola Voli.

4. Memiliki atlet-atlet voli wanita yang berparas cantik

Salah satu yang menjadi daya tarik dalam olahraga voli ialah banyaknya jumlah atlet wanita yang berparas cantik. Hal ini didukung dengan postur tubuh yang proporsional disebabkan memiliki kaki yang panjang bak model.

Untuk saat ini, timnas yang sering disebut-sebut mempunya klub voli yang rata-rata cantik berasal dari Kazakhstan dan juga timnas Turki. Namun tak meutup kemungkina juga, bahwa dari negara lain juga memiliki timnas voli wanita yang tidak kalah cantiknya.

Saat ini yang sedang ramai dibicarakan ialah pevoli asal Kazakhstan yang bernama Sabina Altynbenkova. Untuk Indonesia sendiri juga memiliki banyak atlet voli cantik seperti Tri Retno, Pungky Afriecia, dan lain-lain.

Inilah 5 Jenis Olahraga Beladiri yang Sangat Cocok Untuk Kaum Hawa

Inilah 5 Jenis Olahraga Beladiri yang Sangat Cocok Untuk Kaum Hawa

Banyak orang berpandangan bahwa olahrag beladiri hanya cocok untuk kaum adam. Kenapa demikian? Karena olahraga satu ini mengendalkan pukulan, tendangan, bahkan kekerasan yang menurut kebanyakan orang lebih cocok untuk para pria. Namun faktanya, olahraga beladiri dapat dilakukan oleh semua kalangan tanpa harus memandang gender seseorang tersebut.

Mengapa olahraga beladiri sangat direkomendasikan untuk para wanita? Demi sebuah pertahanan dan alasan keamanan. Apalagi dewasa ini banyak sekali kasus kejahatan yang tergetnya sebagian besar adalah wanita dan anak-anak. Oleh karena itulah, olahraga beladiri cocok untuk wanita agar mampu mempertahankan dan melindungi diri dari kejahatan apapun yang kapan saja bisa terjadi.

Sebenarnya, secara teknis olahraga beladiri untuk wanita ini tak jauh berbeda dengan gerakan untuk pria. Beberapa teknis dasar dalam olahraga ini yang harus dikuasai oleh para wanita seperti tendangan, serangan tinju, dan juga bergulat dalam posisi berdiri atau berguling di atas tanah.

Berikut Inilah 6 Jenis Olahraga Beladiri yang Sangat Cocok Untuk Kaum Hawa. Simak penjelasannya.

1. Karate

Karate merupakan satu-satunya jenis olahraga beladiri yang gerakannya paling dinamis. Gerakan inti dari olahraga karate ialah koordinasi pikiran dan tubuh, sehingga tubuh mampu menghasilkan kekuatan yang dapat merobohkan lawan pemainnya yang lebih kuat.

Jika rutin melakukan olahraga beladiri jenis karate ini, dapat meningkatkan stamina tubuh, badan jadi lebih sehat dan kesehatan mental pun juga tetap terjaga.

2. Judo

Olahraga beladiri ini merupakan cabang olahraga beladiri yang berasal dari Jepang. Judo memiliki beraneka ragam teknik yang digunakan wanita untuk alat pertahanan diri. Beberapa teknik-teknik yang diajarkan di judo seperti teknik menghindarkan diri, melukai, melawan, hingga membuat lawannya mengalami cedera serius.

Olahraga Beladiri Pencak Silat Sudah Ada Sejak Zaman Penjajahan  Belanda

Olahraga Beladiri Pencak Silat Sudah Ada Sejak Zaman Penjajahan  Belanda

3. Pencak Silat

Olahraga beladiri ini merupakan olahraga beladiri asli yang berasal dari Indonesia. Teknik gerakan pencak silat ini mudah dipelajari sehingga siapapun yang mempelajarinya dengan rutin dan teratur akan cepat menguasainya.

Pencak silat sudah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda. Teknik dasar yang diajarkan dalam pencak silat anatara lain teknik menyerang, menangkis, dan juga membela diri sendiri dengan atau tanpa senjata.

Olahraga ini sangat cocok untuk siapapun terutama untuk kaum hawa. Karena selain untuk kebugaran tubuh, di pencak silat juga diajarkan berbagai macam teknik yang bisa digunakan oleh wanita untuk menghindari atau melawan jika dalam keadaan bahaya.

4. Muay Thai

Sesuai dengan namanya akhirnyanya yaitu ‘thai’. Jenis olahraga beladiri ini asalnya dari negara Thailand. Di Thailand sendiri, Muay Thai banyak dipelajari oleh kalangan wanita.

Teknik dasar yang ada pada Muay Thai adalah penggunaan lutut, siku, dan kepala yang dapat mengakibatkan cedera parah kepada lawan jika diapalikasikan ke lawan pada saat dalam keadaan bahaya. Dan cedera yang dialami oleh lawan melebihi kepalan tinju.

5. Taekwondo

Taekwondo merupakan olahraga beladiri yang berasal dari Korea. Olahraga beladiri taekwondo bisa menutupi kekurangan tubuh wanita bagian atas yang relatif lebih lemah. Teknik-teknik dasar yang diajarkan di taekwondo ini ialah tendangan cepat, kuat dan terarah. Sehingga dapat mengalahkan lawan dengan sempurna.

Baca artikel lainnya: Sejarah Olahraga Sepak Bola Indonesia yang Haru Kamu Tahu

Sejarah Olahraga Sepak Bola Indonesia yang Haru Kamu Tahu

Sejarah Olahraga Sepak Bola Indonesia yang Haru Kamu Tahu

Siapa yang tidak mengenal olahraga yang satu ini? Ya, olahraga sepak bola merupakan salah satu cabang olahraga yang paling populer dengan urutan pertama di dunia, termasuk di Indonesia. Banyak orang yang sudah mengetahui tentang seputaran olahraga ini, namun tak jarang juga banyak yang kurang memahami bahkan tidak tahu sejarah olahraga sepak bola di Tanah Air kita tercinta ini.

Pengertian sepak bola merupakan olahraga yang terdiri dari dua tim dan masing-masing tim nya mempunyai kesebelasan pemain. Seiring dengan perkembangan jaman, olahraga sepak bola mengalami perubahan yang modern hingga sampai hari ini. Berikut ini merupakan sejarah olahraga sepak bola yang mungkin masih belum diketahui orang banyak dan kamu harus mengetahuinya, simak penjelasannya.

Baca juga: Apa Saja Manfaat Bagi Penyuka Olahraga Ekstrim?

Asal Usul Sepak Bola di Indonesia

Sepak bola Indonesia muncul pertama kali pada zaman pemerintahan Hindia Belanda sekitar tahun 1914. Pada waktu itu, masing-masing kota yang terdapat di Pulau Jawa mengadakan berbagai kompetensi antar kota.

Sebelum dibentuknya PSSI, organisasi sepak bola pada zaman itu bernama Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB) kemudian berganti nama jadi Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU).

Jika kita tarik sejarah lagi, sepak bola yang bisa masuk ke Indonesia awal mulanya diciptakan di derah China sekitar abad ke-2 Masehi. Uniknya, bola pada waktu itu yang digunakan dalam permainan sepak bola terbuat dari kulit hewan.

Asal Usul Terbentuknya PSSI

Asal Usul Terbentuknya PSSI

Nama awalnya yaitu Persatuan Sepak Bola Seloeroeh Indonesia (PSSI) kemudian diganti seiring dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) menjadi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). PSSI diresmikan pada tanggal 19 April 1930 di Yogyakarta.

Pendiri PSSI yang merupakan Ketua PSSI pertama pada waktu itu ialah Soeratin Sosrosoegondo. Selain menjadi sebuah organisasi keolahragaraan, PSSI berfungsi sebagai wadah pergerakan nasional dalam mengusir para penjajah dan berpolitik duntuk menentang Hindia-Belanda.

PSSI merupakan satu-satunya badan organisasi olahraga nasional yang mempunyai peran serta tujuan untuk memp[erkuat olahraga Indonesia dalam melawan Hindia-Belanda. Pada tahun 1938, dibentuklah Ikatan Sport Indonesia (ISI) untuk menyelenggarakan ajang Pekan Olahraga yang dilaksanakan pada tanggal 15-22 Oktober 1938.

Terbentuknya Liga Amatir

Liga sepak bola Indonesia dimulai kali pertama tahun 1930-an pada zaman kolonial Belanda dengan penyelenggaraannya yang amatir dan lebih dikenal dengan sebutan nama ‘Perserikatan’. Liga amatir ini berlangsung sampai tahun 1979.

Selanjutnya dilucurkan kompetisi yang lebih profesional yakni Liga Sepak Bola Utama atau Galatama. Pada waktu itu, Galatama sukses menjadi pionir kompetensi semi-profesional dan profesional di Benua Asia selain dari pada Liga Hong Kong.

Pada saat itu, Perserikatan dan Galatama masing-masing berjalan sendiri-sendiri. Sampai pada tahun 1994, PSSI mempunyai ide untuk menggabungkan Perserikatan dan Galatama kemudian membentuk liga yang bernama Liga Indonesia. Dengan tujuan meningkatkan kualitas dari olahraga sepak bola Indonesia. Sehingga menimbulkan istilah “Fanatisme suporter di Perserikatan bercampur dengan profesionalisme dari Galatama.

Kompetisi Profesional Sepak Bola Indonesia

Sejarah terus terukir dan diingat sampai detik ini. Tepatnya pada tahun 2008, dibentuklah Liga Super Indonesia yang menggantikan Divisi Utama sebagai kompetisi yang teratas. Disisi lain, Liga Super Indonesia juga menjadi liga sepak bola profesional yang pertama di Indonesia. Tapi seiring dengan perkembangan zaman tepatnya tahun 2011, muncul dualisme kompetisi dengan berdirinya Liga Primer Indonesia.

Lalu tepatnya pada tahun 2014, PSSI melaksanakan Kongres Luar Biasa (KLB) dengan hasil bahwa telah disepakatinya kolaborasi atau penggabungan Liga Primer Indonesia dengan Liga Super Indonesia. Namun tidak sampai setahun berjalan, Imam Nahrawi selaku Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) pada waktu itu justru membekukan organisasi PSSI. Alasan dibekukan PSSI pada waktu itu karena dianggap melanggar dan tidak mematuhi peraturan olahraga nasional.

Hasil ini juga berujung pada pembekuan PSSI oleh Federasi Sepak Bola Internasional (bahasa Prancis: Fédération Internationale de Football Association, disingkat FIFA, bermarkas di Zurich dan hingga kini memiliki 211 anggota assoasi. Setelah satu tahun kemudian, akhirnya Menpora mencabut sanksi pembekuan tersebut dan diikuti oleh FIFA pada tanggal 13 Mei 2016.

Dan sampai hari ini, kompetisi sepak bola profesional tertinggi Indonesia resmi berganti nama menjadi Liga 1 yang penyelenggaranya ialah PT. Liga Indonesia Baru tahun 2017

 

 

 

 

 

 

 

 

Sejarah Terciptanya Permainan Bola Basket di Indonesia

Sejarah Terciptanya Permainan Bola Basket di Indonesia

Awal mula sejarah terciptanya bola basket di Indonesia tak lepas dari para penyebaran olahraga ini sendiri. Basket berasal dari Amerika Serikat, kemudian menyebar hingga ke Asia Timur pada waktu itu kondisi geopolitik yang sedang terjadi.

Negara Tiongkok yang menjadi salah satu sasaran perkembangan olahraga ini. Kemudian Tiongkok mulai memperkenalkan kepada negara-negara tetangga. Pada saat yang bersamaan juga, Jepang dan Filipina sudah mencobai olahraga bola basket ini sekitar tahun 1900.

Kemudian pada tahun 1920, para perantau Tiongkok datang ke Indonesia dengan membawa komunitas-komunitas pencinta bola basket. Para perantau itu masuk ke Indonesia lalu mendirikan sebuah sekolah dibawah komunitasnya, sehingga basket cepat berkembang di sekolah-sekolah Tionghoa.

Pada waktu itu, setiap murid dari pendidikan dasar, menengah hingga tinggi wajib mengikuti kegiatan olahraga basket. Makanya tak heran, jika setiap sekolah pasti ada lapangan bola basket. Dan rata-rata pebasket-pebasket yang handal dan menonjol penampilannya berasal dari kalangan ini.

Sekitar tahun 1930, para pebasket-pebasket di Indonesia mulai berkumpul hingga membentuk sebuah komunitas. Dari Kota Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta dan juga Medan menjadi pusat berdirinya komunitas pencinta bola basket ini.

Seperti contoh, di Semarang tahun 1930 ada komunitas perkumpulan bola basket yang sudah berdiri yang bernama Chinese English School, Tionghwa Hwee, Fe Leon Ti Yu Hui, dan Pheng Yu Hui (Sahabat). Sahabat merupakan klub yang didirikan oleh Sony Hendrawan (Liem Tjien Sion) yang juga merupakan salah satu legenda basket Indonesia.

Setelah selesai Proklamasi Indonesia yang dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 1945, olahraga yang satu ini sudah dikenal oleh masyarakat luas dan menjadi basis perjuangan seperti di Solo dan Yogyakarta.

Baca juga: Hore, Indonesia Berhasil Mendapatkan Medali Lagi

Pekan Olahraga Nasional Pertama Digelar di Indonesia

Pekan Olahraga Nasional Pertama Digelar di Indonesia

Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-I tahun 1948 digelar di Solo, inilah kali pertama olahraga bola basket dimainkan pada level nasional. Sehingga masyarakat Indonesia benar-benar melihat dan mengetahuinya.

Pada PON ke-I, masih sangat terbatas untuk peserta putranya. Namun harus diacungin jempol, untuk strategi permainannya, kemampuan dari setiap tim yang dari jumlah pesertanya rata-rata berasal dari keturunan Tionghoa.

Kemudian pada tahun 1951, seorang tokoh olahraga nasional meminta kepada Wim Latumenten dan Tony Wen agar segera dibentuk komunitas khusus pencinta bola basket khususnya di Indonesia. Saat itu Maladi menjabat sebagai sekretaris Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

Tahun itu juga digelarlah acara PON II, yang bisa dimainkan oleh putra dan putri. Pada waktu itu tim-tim dari Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatera Utara yang merupakan senior dalam ajang PON tersebut.

Tepat pada tanggal 23 Oktober 1951 dibentuklah organisasi yang bernama “Persatuan Basketball Seluruh Indonesia” atau yang bisa disingkat dengan Perbasi. Pengurus Perbasi pertama waktu itu ialah Tony Wen yang menjabat sebagi ketua dan sekretaristanya yakni Wim Latumenten.

Pada tahun 1955, diadakan penyempurnaan nama organisasi Perbasi sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Jadi nama itu berubah menjadi “Persatuan Bola Basket seluruh Indonesia” dengan singkatan yang sama yakni Perbasi.

Ternyata tidak sampai disitu, tantangan pertama yang dihadapi pertama kali adalah pada waktu itu para perantau Tionghoa yang enggan bersedia untuk bergabung dalam organisasi Perbasi. Sehingga perkembangan baslet di Indonesia tidak bisa berkembang begitu pesat.

Para keturunan Tionghoa tersebut tidak mau bergabung ke Perbasi dikarenakan mereka sudah memiliki komunitas tersendiri yang sudah ada sebelum Perbasi dibentuk.

Untuk memecahkan masalah tersebut, maka tahun 1955 Perbasi menyelenggarakan Konferensi Bola Basket yang bertempat di Bandung. Konferensi ini dihadiri oleh para perwakilan dari Jakarta, Bandung, Semarang dan Yogyakarta.

Inti dari hasil keputusan Konferensi tersebut ialah Perbasi merupakan satu-satunya organisasi resmi asal Indonesia yang berdiri di Indonesia tanpa adanya campur tangan dari pihak asing. Sehingga pada waktu itu komunitas para perantau Tionghoa sudah tak diakui lagi lagi.

Hingga pada tahun 1953, Perbasi sah menjadi anggota FIBA yang merupakan Induk Olahraga Bola Basket Dunia. Selang setahun kemudian, tahun 1954 sejarah pertama kalinya untuk Indonesia ikut dalam ajang Asian Games yang dilaksanakan di Manila.

Hore, Indonesia Berhasil Mendapatkan Medali Lagi

Perjuangan keras bikin Suryo Nugroho jadi atlet bulutangkis yang berhasil.

Suryo Nurgroho merupakan atlet tunggal putra para-badminton nasional yang mewakili Indonesia di ajang Paralimpiade Tokyo 2020. Pria kelahiran Surabaya tersebut sekarang genap umurnya 26 tahun.

Suryo sudah aktif menggeluti olahraga bulutangkis sejak kecil, namun ketika berusia 12 tahun ia harus merelakan untuk kehilangan tangan kirinya. Tulang di tangan kirinya patah karena kecelakaan motor saat usianya masih kecil.

Pada waktu itu, dokter yang menanganinya sudah angkat tangan bahwasanya patah tulang yang dialami Suryo sangat parah dan sudah tak dapat diperbaiki lagi. Sehingga sang dokter mengatakan kepada Suryo kalau dia akan kehilangan tangan kirinya untuk selamanya.

Suryo mengatakan, bahwa dulunya ia adalah manusia normal sama seperti kita pada umumnya. Karena patah tulang dan tidak dapat diperbaiki lagi jadi tangan kirinya harus diamputasi.

“Kalau perasaan minder itu pasti tetap ada, bahkan saya sempat homeschooling selama 3 tahun karena mental saya pada waktu itu yang sangat turun drastis dan juga malu untuk keluar rumah” ujarnya.

Namun berkat dukungan kedua orang tuanya, Suryo mempunyai semangat lagi untuk menjalani hidup dan beruntungnya tidak ada satupun temennya yang membully dia sewaktu kecil.

Masa-masa kelam dan berat telah dilalui oleh Suryo, dan ia mulai bersemangat kembali untuk menggapai cita-citanya yakni menjadi atlet bulutangkis.

Suryo dan Dheva Menyumbang Medali Untuk Indonesia

Suryo Nugroho tambah koleksi medali Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020

Kini Suryo Nugroho berhasil menyabet medali perunggu setelah mengalahkan lawannya yakni Fang Jen Yu asal Taiwan. Dengan skor 21-9 dan 21-16 yang diselenggarakan di arena Yoyogi Park, Tokyo, Jepang, pada Sabtu (4/9/2021).

Pada set kedua, Suryo bersemangat langsung berburu untuk tancap gas. Tak mau kecolongan oleh lawannya, ia berhasil meraih skor 5-1 di set kedua tersebut.

Namun keunggulan Suryo tidak berhenti sampai situ saja. Soalnya, Fang lawannya itu berhasil memutarbalikkan keadaan dan berhasil unggul di atas Suryo dengan skor 7-5. Akan tetapi, yang dialami Fang hanya sementara karena Suryo berhasil mengejar kembali dengan skor 8-7.

Dengan begitu, akhirnya Suryo mampu membawa pulang medali tersebut yang berupa perunggu untuk Indonesia. Ia juga merupakan peraih medali pertama untuk cabang olahraga bulu tangkis.

Baca juga: 5 Olahraga Ekstrem yang Bisa Dilakukan di Indonesia

Disisi lain, rekan Suryo yakni Dheva Anrimusthi tunggal putra pun berhasil menyabet medali perak. Pada saat final, Cheah Liek Hou asal Malaysia berhasil mengungguli Dheva dengan skor akhir 17-21 dan 15-21.

Mengenal Sejarah Paralimpiade Indonesia

Paralimpiade Indonesia

Indonesia pertama kali tercatat tampil dalam Paralimpiade pada 1976 di Toronto, Kanada, dan sempat beberapa kali meraih medali meski tradisi tersebut sempat terputus. Senny Marbun, Presiden National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) atau Komite Paralimpiade Nasional Indonesia (KPNI), mengisahkan sejarah olahraga difabel Indonesia dimulai setelah masa perang mempertahankan kemerdekaan yakni pada 1956 atau 20 tahun sebelum keikutsertaan pertama di Paralimpiade.

Profesor Doktor Suharso menjadi bapak Paralimpiade Indonesia. Pada 1956 Suharso diperintahkan Presiden Soekarno untuk mendirikan rumah sakit ortopedi.

“Selesai perang, pak Suharso mendirikan rumah sakit ortopedi, maksudnya menyambung kaki yang putus, tangan yang putus, mengoperasi polio. Jadi awalnya dari pak Suharso mendirikan rumah sakit,” kata Senny kepada CNNIndonesia.com.

“Pak Suharso diundang ke Belanda tahun 1962 untuk mengikuti olahraga ekshibisi masyarakat difabel. Pak Harso ngirim, yang diketuai pak Pairan Manurung. Pulang dari sana, itulah embrionya YPOC Indonesia,” ucapnya menambahkan. YPOC merupakan singkatan dari Yayasan Pembina Olahraga Catat. Organisasi ini resmi berdiri, sebagaimana akta notaris, pada 31 Oktober 1962. Lantas pada 1 November 1993 diputuskan berubah menjadi Badan Pembina Olahraga Cacat (BPOC).

Berdasarkan akta notaris, nama BPOC resmi digunakan sejak 15 Desember 1993 atas permintaan Departemen Sosial (sekarang Kementrian). Penggunaan nama ‘yayasan’ dianggap tak tepat karena umumnya digunakan untuk perorangan.

Nama BPOC lantas diubah lagi menjadi NPCI pada 2010. International Paralympics Committee (IPC) sendiri telah meminta seluruh negara menggunakan kata ‘paralympic’ untuk olahraga difabel lima tahun sebelumnya.

Itu diputuskan dalam General Assembly IPC pada 18 November 2005. Pasalnya, gerakan atau olahraga difabel setara dengan olahraga prestasi dan bukan lagi olahraga rehabilitasi dan rekreasi. Namun untuk Indonesia belum bisa diterapkan.

Pada 2005 itu BPOC masih tergabung di dalam Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Perubahan nama baru bisa dilakukan pada 2010 setelah pemerintah turun tangan, yakni lewat arahan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

“Olahraga difabel itu mulai diakui itu pas Paralimpiade 1988 di Korea Selatan, tetapi kita di dalam negeri belum diakui. Kita mulai dapat perhatian serius pemerintah itu pas 2010, pas menteri olahraganya pak Andi Mallarangeng,” kata Senny.

“Pak Andi yang meminta kami untuk segera keluar dari KONI, karena di undang-undang memang kita [masyarakat difabel] itu sederajat. Bunyinya begitu. Jadilah pada 28 Juli 2010 kita berganti nama jadi NPC,” ujarnya menjelaskan.

Sejarah Indonesia di Paralimpiade

Harapan Ni Nengah Widiasih Usai dapat Perak Paralimpiade Tokyo 2020

Senny mengisahkan, saat tampil di Paralimpiade 1976, Indonesia hanya mengirim beberapa orang wakil. Saat itu belum ada nama Paralimpiade. Indonesia bisa berangkat ke Toronto, Kanada, karena diundang secara langsung oleh tuan rumah.
Pada edisi perdana keikutsertaan inilah Indonesia dua medali emas diraih. Emas pertama disumbangkan Itria Dini dari nomor lempar lembing putra kategori F, dan Syarifuddin dari nomor lawn bowls putra kategori E.

Indonesia kembali diundang ke Paralimpiade 1980 Belanda. Seperti edisi sebelumnya, Indonesia meraih dua medali emas. Kali ini lewat Yan Soebiyanto lewat nomor lawn bowls putra kategori E dan R.S. Arlen lewat nomor angkat besi putra -57kg amputasi.

Senny mengatakan, wakil Indonesia bisa meraih emas dalam pesta olahraga tersebut karena kontingen yang tampil belum banyak. Sudah begitu disiplin kategori perlombaan juga belum ketat karena masih berupa ekshibisi.

“Pada tahun 1976 olahraganya masih ekshibisi. Tahun 1980 kita juga berangkat tapi juga masih ekshibisi. Saat itu masih dalam tahap pengenalan olahraga difabel,” kata Senny.

“Kita berangkat dari negara yang mengundang. Saat itu pemerintah tidak ikut campur. Kita cuma pamit ke negara. Kita diundang, dikasih tiket pulang-pergi. Depsos baru ambil alih pada tahun 1980-an. Tahun pastinya saya lupa,” ujar Senny.

David Jacobs membuka kembali catatan medali Indonesia di Paralimpiade pada 2012.

Setelah meraih emas pada Paralimpiade 1980, capaian wakil Indonesia menurun di keikutsertaan selanjutnya.

Seusai Paralimpiade Seoul yang secara resmi jadi bagian tak terpisahkan Olimpiade, Indonesia kesulitan meraih medali. Ini tak lain karena jumlah pesaing makin banyak dan olahraga difabel bukan rekreasi lagi.

Indonesia baru memecahkan kembali meraih medali pada Paralimpiade London 2012. Satu medali perunggu diraih David Jacobs lewat nomor tunggal putra tenis meja kelas 10.

Empat tahun berselang, Ni Nengah Widiasih yang tampil di angkat beban putri kelas 41 kg mempersembahkan perunggu dalam Paralimpiade Rio 2016.

Untuk Paralimpiade Tokyo 2020, NPC berharap bisa meraih medali emas. Kali Indonesia berangkatkan 23 atlet atau jumlah terbesar dalam sejarah. Senny berharap masyarakat Indonesia mendoakan atlet yang tampil seperti dukungan saat Olimpiade.

“Kami menargetkan minimal satu medali emas. Kami mengharap doa dan dukungan masyarakat agar target ini tercapai. Kami juga ingin mengharumkan nama bangsa dalam suasana kemerdekaan Indonesia yang ke-76,” ucap Senny.